Legenda Raja Naga (The Legend of the Dragon King)

NA'ER



NA'ER

3Tang Wulin terlihat tidak senang saat melangkah melewati gerbang Akademi Gunung Merah. Hari ini merupakan hari yang melelahkan baginya, di tambah dengan peristiwa yang terjadi dalam kelas membuat harapannya memudar.     

Selama ini ia dibesar dalam keluarga yang biasa saja tetapi harmonis. Hubungan kedua orang tuanya sangat baik, dan mereka sangat menyayanginya. Bahkan saat ia membuat kesalahan, mereka akan membantu memperbaikinya.     

Namun, hari ini merupakan pertama kalinya ia mengalami yang namanya tantangan. Hanya karena Martial Soul miliknya Rumput Perak Biru, ia ditolak oleh murid lainnya. Lebih buruk lagi, gurunya juga tidak memperlakukannya dengan baik.     

Pada saat pembelajaran, guru jelas menghabiskan paling sedikit waktu untuk mengajarinya cara berkultivasi.     

"Apakah Martial Soul milikku benar-benar seburuk itu?" Perlahan-lahan, ekspresi putus asa Tang Wulin berubah menjadi tekad. "Bahkan jika Martial Soul milikku adalah sampah, aku tetap akan menjadi Soul Master. Sebelumnya ayah pernah berkata bahwa kesuksesan adalah 99% usaha dan 1% bakat. Karena Martial Soul milikku tidak bagus, maka aku hanya perlu berusaha lebih keras!"     

Dengan sikap optimisnya, ia telah mengatasi rasa frustasinya dan secara tidak langsung membangun tekad dalam dirinya sendiri.     

"Tapi, kenapa aku sangat lapar?" Tang Wulin yang mengusap perutnya heran. Akademi telah menyediakan makan siang dalam jumlah yang banyak. Dan kelas Soul Master diberikan makanan yang lebih berkualitas dari kelas biasa. Tang Wulin telah makan dalam jumlah yang banyak sehingga mendapat julukan 'karung beras'. Porsi yang ia makan setara dengan porsi enam orang anak dan bahkan jauh melebihi porsi orang dewasa.     

Sebelumnya porsi makannya memang banyak, tetapi tidak sebanyak saat ini. Bahkan sekarang masih sore tetapi ia sudah merasa lapar.     

Ia akan pergi melihat apakah ada makanan enak dirumah. Hanya memikirkannya saja, sudah membuat matanya berbinar senang.     

Pada saat di perjalanan pulang, sesosok tubuh kecil telah menarik perhatiannya.     

Hari ini matahari tidak terlalu terik, tetapi cuacanya sangat bagus. Sehingga. sinar matahari memberi rasa hangat yang nyaman. Sinar matahari yang menyinari helai keperakan telah menarik perhatian Tang Wulin.     

Seorang gadis kecil berjongkok di pinggir jalan. Sepertinya ia lebih pendek darinya dengan rambut pendek berwarna perak. Sinar matahari yang menyinari rambutnya telah menciptakan kilau keperakan yang menarik perhatian Tang Wulin.     

Seolah memiliki ikatan, gadis tersebut mengangkat kepalanya dan balas menatap. Ia mengenakan pakaian lusuh dengan noda kotor di wajahnya, jelas mirip seorang pengemis kecil. Namun, selain rambut peraknya, ia juga memiliki mata yang menarik. Ia memiliki bola mata besar seperti kristal ungu yang jernih. Meskipun ada jarak di anatara mereka, Tang Wulin dapat melihat bayangannya terpantul dimatanya yang dibingkai bulu mata lentik.     

Tang Wulin sendiri memiliki mata yang indah, jadi ketika ia bertemu dengan orang yang memiliki bola mata besar, ia memiliki kesan baik terhadapnya. Ia secara tidak sadar berhenti berjalan. Dua pasang mata menatap satu sama lain, jelas gadis kecil itu menatap bingung.     

"Gadis kecil, dimana orang tuamu?" Tepat pada saat itu, beberapa berandalan telah mengelilingi gadis kecil itu karena tertarik pada rambut peraknya.     

Gadis kecil itu memutuskan tatapan mereka dan kembali menundukkan kepala.     

Para berandalan itu memandang satu sama lain kemudian salah satu dari mereka berkata, "Rambut perak benar-benar langka. Apakah kau berasal dari salah satu dari dua benua lainnya? Aku rasa pedagang di pasar gelap akan menyukai rambut perak dan mata ungunya."     

Keserakahan mewarnai mata mereka saat mereka mengangguk satu sama lain.     

Berandalan yang berbicara sebelumnya berjongkok, "Hei gadis kecil, dimana keluargamu?"     

Tanpa berbicara ia menggelengkan kepalanya yang tertunduk.     

Dengan senyum berseri, berandalan itu berkata, "Apa kau lapar? Kakak akan membawamu untuk makan makanan enak, apa kau mau?"     

Sekali lagi, gadis kecil itu menggelengkan kepalanya. Tapi kali ini lebih kuat.     

Anak berandalan itu menatap penuh arti kepada teman-temannya kemudian mengulurkan tangannya dan menarik lengan gadis kecil itu dengan paksa. Teman-temannya yang lain mengelilingi mereka sehingga orang lain tidak dapat melihatnya.     

Bahkan pada saat gadis kecil itu menjerit, berandalan itu telah menggendongnya di bahu.     

"Apa yang sedan kau lakukan?" Pada saat itu, suara kekanak-kanakan berseru penuh amarah membuat para berandalan tersebut ketakutan. Pada saat mereka berbalik, segera wajah mereka menjadi kesal. Orang yang datang menolong ternyata hanya seorang anak laki-laki rupawan yang bahkan tingginya tidak sampai mencapai pinggang mereka.     

Berandalan di belekang memperlihatkan wajah kejamnya. Ia mengangkat salah satu kakinya dan menendang Tang Wulin. "Bocah, kau berani ikut campur urusan kami?"     

Tang Wulin yang ditendang berguling di tanah sejauh dua meter dan benar-benar tertutup debu.     

"Kalian adalah penjahat." Meski sempat terguling di tanah, ia segera bangkit dan berlari kearah para berandalan tersebut untuk menghalangi jalan mereka.     

Wajah berandalan yang menggendong gadis kecil itu menjadi bengis. Keributan yang mereka buat telah menarik perhatian beberapa pejalan kaki. Bagaimanapun, tindakan mereka terjadi di jalan utama.     

Sebuah cahaya dingin berkedip dari tangannya dan sebuah belati muncul di telapak tangan berandalan itu. Ia menunjuk kearah Tang Wulin, "Persetan jika kau ingin mati."     

Tang Wulin dengan marah menjawab, "Penjahat tidak akan memiliki akhir yang baik. Aku adalah Soul Master, dan aku tidak takut padamu. Lepaskan dia!"     

Saat ia berbicara, Tang Wulin mengangkat tangan kanannya dan lingkaran cahaya berwarna biru muda berkedip di telapak tangannya. Rumput Perak Biru muncul di telapak tangannya. Sebuah gelombang energi samar keluar dari sana.     

Apa yang bisa dilakukan oleh Soul Power tingkat 3? Itu hanya sedikit lebih kuat dari anak biasa. Dia bahkan tidak memiliki Soul Ring untuk mendukung Soul Powernya. Soul Powernya jauh dari kata mampu untuk bertempur. Ini juga yang menjadi alasan mengapa berkultivasi sangat penting untuk meningkatkan kekuatan Soul Power pada tingkat rendah ke tingkat sepuluh.     

Berandalan tersebut berhenti saat lengannya ditarik oleh teman-temannya.     

Jika hanya anak biasa, maka mereka bisa melakukan apa saja pada anak itu. Mereka hanya perlu melindungi satu sama lain sesudahnya, dan masalah tidak akan berlanjut. Tetapi anak yang memiliki Soul Power itu berbeda, pemerintah memiliki catatan khusus tentang mereka. Bahkan Pagoda Roh memiliki catatan tentang mereka. Jika terjadi sesuatu pada anak-anak istimewa ini, Pemerinta Federal pasti akan mengeluarkan banyak sumber daya untuk mencari penyebabnya. Terlebih lagi, banyak mata yang telah menyaksikan perbuatan mereka.     

"Sialan!" Dengan marah, berandalan itu menurunkan gadis kecil tersebut dan dengan cepat pergi bersama teman-temannya.     

Gadis kecil itu jatuh terduduk. Melihat ini, Tang Wulin berlari dan berjongkok di sampinya. "Jangan takut. Aku adalah anak yang kuat, dan aku akan melindungimu."     

Gadis kecil itu mengangkat kepalanya dan memandang Tang Wulin. Dilihat dari jarak dekat, mata ungu besarnya bahkan terlihat lebih indah. Mata itu terlihat mulai berair.     

"Jangan menangis! Jangan menangis! Aku sudah mengusir penjahat itu. Namaku Tang Wulin. Siapa namamu?"     

Gadis kecil itu tertegun sejenak sebelum akhirnya membuka mulutnya. "Namaku Na'er."     


Tip: You can use left, right, A and D keyboard keys to browse between chapters.