Istri Liar Kaisar Hantu: Nona Sulung Pesolek

Provinsi Timur (3)



Provinsi Timur (3)

1Yun Luofeng menggelengkan kepalanya, "Aku tidak mengatakan bahwa dia memiliki masalah. Itu hanya tebakanku, dan aku harap tebakanku salah! Bagaimanapun, Hu Li, awasi dia!"     

Tidak banyak orang di dunia yang bisa Yun Luofeng percayai. Yun Luofeng tidak akan memercayai orang asing yang dia tidak pernah bertemu sebelumnya.     

"Aku mengerti," Hu Li mengangguk dengan serius, "Aku akan mengawasinya. Jika ada ada yang salah, aku akan segera memberitahumu."     

"Baiklah." Yun Luofeng meletakkan tangan di belakang kepalanya dan dengan lelah menutup matanya. Hu Li tidak berkata apa-apa lagi dan pergi dari ruangan itu.     

Sesaat ketika Hu Li pergi, Yun Luofeng membuka matanya dan sebuah cahaya tak terduga berkelip di matanya, "Xiao Mo, apakah kau menemukan ada yang salah tentang anak itu?"     

Xiao Mo menggelengkan kepalanya, "Tidak."     

Xiao Mo sangat perseptif. Bahkan dia merasa tidak ada masalah. Apakah Yun Luofeng benar-benar … salah mengenai bocah itu?     

"Aku telah meminta Hu Li untuk mengawasi bocah itu, dan jika dia memiliki masalah apa pun, Hu Li akan mengetahuinya. Jika terbukti bahwa bocah itu mendekati kita dengan sebuah maksud jahat … aku tidak akan pernah melepaskannya!"     

Yun Luofeng perlahan berdiri dari kursi dan berjalan ke arah tempat tidurnya.     

"Kalau saja aku bisa segera menemukan Buah Roh itu dan menolong Xiaobai untuk pulih. Dan kemudian aku akan pergi mencari Yun Xiao!"     

Yun Luofeng punya perasaan bahwa Yun Xiao menyembunyikan sesuatu darinya, jadi Yun Luofeng akan mencarinya bagaimanapun juga. Terlepas seberapa sulitnya itu, mereka harus menghadapinya bersama!     

Malam itu sedingin air, hening namun indah.     

Menyadari bahwa pintu dari ruangan didorong terbuka, Yun Luofeng mengerutkan keningnya namun tetap terdiam.     

Sebuah tangan mengangkat sudut selimutnya dan perlahan masuk ke dalam selimut itu. Tidak bisa tinggal diam lagi, Yun Luofeng mengulurkan tangannya hanya untuk menangkap sebuah tangan kecil. Yun Luofeng membuka matanya dan menatap bocah di hadapan tempat tidurnya dengan tajam. Suara Yun Luofeng dingin, "Apa yang kau inginkan?"     

Bocah kecil itu tertegun dan menatap Yun Luofeng dengan sedih. Air mata hampir terjatuh di matanya. "Aku … aku ingin tidur denganmu."     

Yun Luofeng menyipitkan matanya, "Maaf, hanya suamiku yang boleh tidur di tempat tidurku. Kau tidak diizinkan walaupun kau masih anak-anak!"     

Bocah itu menundukkan kepalanya. Dia terlihat sangat patah hati seolah-olah dia sangat disalahkan. "Kau benar-benar seperti ibuku. Aku sangat merindukannya, jadi …. "     

Sebuah cahaya berbahaya melintasi mata Yun Luofeng, "Bukankah kau punya amnesia?"     

Bocah itu tetap menunduk, jadi Yun Luofeng tidak bisa melihat ekspresi di wajah mungil yang menyenangkan itu.     

"Aku tidak ingat masa laluku, namun aku punya sebuah potret ibuku. Maafkan aku, aku tidak bermaksud …. "     

Krek     

Pada saat ini, pintu dibuka kembali. Hu Li, berpura-pura tidak mengetahui apa pun, berjalan masuk dari luar. Dia terlihat mengantuk dan dengan malas menguap. "Mengapa kau ada di kamar Yun Luofeng? Ayo, kembalilah tidur."     

Ditarik oleh Hu Li, bocah itu tidak protes. Namun, pada saat bocah itu berjalan keluar dari pintu, dia berbalik dan menatap pada Yun Luofeng lagi, matanya dipenuhi dengan kasih sayang dan kesedihan ….     

Jika itu adalah wanita biasa, kejadian ini akan menimbulkan kasih sayang keibuan terhadap bocah kecil yang imut ini. Yun Luofeng, sayangnya, bukan wanita biasa ….     

Suasana hati Yun Luofeng tidak pernah berubah karena bocah ini.     


Tip: You can use left, right, A and D keyboard keys to browse between chapters.