Dia Hanya Mengingatku

Papa Ingin Menjadi Yang Tercantik



Papa Ingin Menjadi Yang Tercantik

Wen Qiao menolehkan kepalanya lalu melihat ke arah teman-teman Wen Chi dan bertanya, "Bagaimana menurut kalian? Mau mengembalikan warna rambut kalian?"

Semua orang langsung bangkit berdiri lalu membersihkan tubuh mereka dari kotoran sambil dengan sopan berkata, "Iya, iya, kami akan mendengakrkan perkataan Kak Qiao."

Di dalam salon, cahaya matahari yang berwarna kuning masuk ke dalam melalui kaca jendela. Semua siswa yang bermasalah itu duduk dengan rapi di atas sofa, terkadang mereka akan diam-diam melihat ke arah Wen Qiao. Wen Qiao dengan sopan bicara dengan Tony, "Bantu mereka untuk mengembalikan rambut mereka menjadi hitam, terima kasih."

Sahabat terbaik Wen Chi bernama Xia Bai, dia orang pertama yang selesai mengembalikan warna rambutnya menjadi hitam kemudian Wen Qiao memanggilnya untuk keluar. Di musim panas pohon tumbuh dengan subur, matahari terbenam dan membuat jalanan terlihat berwarna kekuningan. Xia Bai terlihat enak dipandang setelah rambutnya kembali berwarna hitam, dia terlihat bersih dan segar.

"Kelak jika Wen Chi berkelahi lagi kamu harus menahannya, mengerti?"

Xia Bai dengan sedih berkata, "Kak Qiao, aku mana bisa menahan Kak Chi?"

"Kalau begitu telepon aku, saat Wen Chi terlihat sedikit tidak terkendali langsung telepon aku, mengerti?"

Xia Bai dengan menurut berkata, "Mengerti Kak Qiao."

PTSD yang dialami oleh Wen Chi serta autisme Wen Mo memerlukan bantuan psikologi, karena itu Wen Qiao memutuskan untuk meminta uang kepada Wen Jianmin.

Itu adalah hutang Wen Jianmin kepada mereka.

Wen Qiao berdiri di depan pintu salon, satu per satu anak laki-laki yang sudah selesai mengembalikan warna rambutnya akan keluar lalu berdiri di depan Wen Qiao, membungkukkan badan dan berpamitan, "Sampai jumpa Kak Qiao."

"Jika sampai kamu berani mengajak Wen Chi pergi ke warnet, aku…"

"Tidak berani, tidak berani. Kak Qiao, kami tidak akan melakukannya lagi."

Wen Chi orang terakhir yang selesai mengembalikan warna rambutnya. Setelahnya, salah satu temannya yang paling kaya langsung berlari pergi setelah membayar semua biaya salon.

Wen Chi meletakkan kedua tangannya di saku seragam celananya, dia berdiri di depan Wen Qiao dan bertanya, "Kapan kamu belajar kungfu?"

Wen Qiao mengangkat alisnya dan berkata, "Kamu kira semua orang sepertimu? Aku menyebutnya ... tidak pamer."

Sekarang rambut Wen Chi pendek dan berwarna hitam, alisnya tajam, dia terlihat bersih dan tampan. Anak yang dibunuh oleh Wen Jianmin adalah orang yang dibanggakan oleh Wen Qiao.

"Pulang."

Mereka melewati jalanan kecil dan seluruh lampu jalan sudah menyala. Wen Qiao meminta Wen Chi untuk berhenti berkelahi, tidak pergi ke warnet lagi, dan belajar dengan benar.

Tapi semua perkataan itu hanya masuk dari telinga kiri dan keluar dari telinga kanan, Wen Chi sama sekali tidak menganggapnya.

Wen Qiao juga tidak berharap semuanya akan langsung berubah, dia sudah memutuskan untuk memperbaikinya secara perlahan. Keluarga mereka mungkin memiliki kelainan mental dari genetik yang mereka miliki, tapi mereka juga memiliki bibit jenius.

Sejak kecil hingga besar, dia tidak perlu belajar dengan serius tapi setiap kali ujian pasti akan mendapatkan hasil yang sangat bagus, Wen Mo juga seperti itu, jadi dia yakin Wen Chi tidak akan jauh berbeda dari mereka berdua. Hanya saja untuk saat ini Wen Chi sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Jadi setelah penyakitnya mulai membaik maka Wen Qiao percaya tidak akan sulit untuk Wen Chi bisa masuk ke SMA ternama.

Wen Qiao sudah membuat keputusan, dia akan mendaftar ke Central Conservatory of Music, jurusan musik tradisional. Kemampuannya bermain Pipa sudah mencapai tingkat sempurna.

(Pipa adalah salah satu alat musik tradisional di Tiongkok.)

Keesokan paginya, Wen Chi dan Wen Mo pergi ke sekolah dan Su Yun pergi bekerja. Setelah Wen Qiao selesai sarapan dia mengganti pakaiannya. Dia mengenakan kaos dan celana jeans kemudian mengikat rambutnya menjadi 1, lalu mencuci wajahnya dan menepuk-nepuk wajahnya.

Kemudian terdengar suara Lu Youyou, "Qiaoqiao…"

Wen Qiao mengambil Pipa yang ada di atas sofa lalu memasukkannya ke dalam tas Pipa, setelah itu Lu Youyou membuka pintu dan berjalan masuk.

"Qiaoqiao, jangan bilang kamu akan ke sekolah dengan penampilan seperti ini?"

Wen Qiao menarik resleting tas Pipa miliknya lalu dia menundukkan kepalanya dan melihat dirinya sendiri lalu bertanya, "Kenapa memangnya?"

"Siang ini akan ada wawancara di Central, kamu tidak tahu?"

"Aku tahu."

"Kamu tahu Xu Lu mengikuti wawancara?"

"Hm, kenapa?"

Lu Youyou menarik tangan We Qiao lalu berjalan ke depan lemari dan berkata, "Pakai terusan yang cantik, papa ingin kamu menjadi yang tercantik!"


Tip: Anda dapat menggunakan tombol keyboard kiri, kanan, A dan D untuk menelusuri antar bab.