Dia Hanya Mengingatku

Membantunya Menggunakan Topi Renang



Membantunya Menggunakan Topi Renang

"Jadi jika Kapten Fu masih ingin menerbangkan pesawat, pihak Otoritas penerbangan harus melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan apakah kamu memiliki kualifikasi untuk kembali menerbangkan pesawat."

"Katakan."

Zheng Peidong mengangkat tangannya. Kedua pegawai lain di belakangnya memberikan sebuat tablet dan di layarnya terdapat beberapa pertanyaan.

"Silahkan menjawab Kapten Fu, apakah kamu masih ingat ada peraturan di Dongchun Airlines dimana melarang pilot untuk minum minuman alkohol berapa jam sebelum menerbangkan pesawat?"

Fu Nanli memainkan jari Wen Qiao, Wen Qiao merasa Fu Nanli tidak seharusnya melakukan hal seperti ini di keadaan yang sedang serius seperti saat ini. Dia ingin menarik tangannya tapi tidak berhasil, sehingga akhirnya hanya bisa membiarkan Fu Nanli melakukan apa yang dia ingin lakukan.

"Dulu 8 jam sebelum penerbangan dan 2 tahun yang lalu diubah menjadi 12 jam sebelum penerbangan."

Semua orang menghela nafas lega karena amnesia Fu Nanli benar-benar tidak berpengaruh kepada pengetahuannya.

Zheng Peidong kembali bertanya, "Untuk menjadi kapten pesawat pemerintah, berapa lama pelatihan yang diperlukan?"

"Pelatihan penerbangan di sekolah dengan jam terbang sebanyak 250 jam dan pelatihan menjadi co-pilot dengan jam penerbangan sebanyak 2.700 jam."

Fu Nanli mengerutkan alisnya, "Direktur Zheng, kan? Apa direktur hanya akan menanyakan pengetahuan umum yang diketahui oleh orang biasa?"

Wen Qiao berpikir dalam hati, 'Pengetahuan yang seharusnya diketahui orang biasa? Tapi aku tidak tahu apapun.'

Zheng Peidong yang mendengar hal itu langsung mengambil alih proses tanya jawab itu, "Tolong kapten Fu menjelaskan apa yang dimaksud dengan Mach number."

"Sebuah parameter untuk aliran kecepatan ketinggian. Huruf 'M' mengacu pada perbandingan resiko kecepatan penerbangan pesawat dengan kecepatan suara di atmosfer loka. 'M.16' berarti kecepatan pesawat 1.6 kali lebih cepat dari kecepatan suara."

Zheng Peidong masih dapat melihat sorot mata tidak sabar dari mata Fu Nanli dan itu membuatnya menjadi tegang. Tubuhnya berkeringat lalu berkata, "Tidak ada masalah dengan ingatan dan pengetahuan Kapten Fu, langkah selanjutnya adalah melakukan tes fisik."

Telapak tangan Fu Nanli yang besar terasa panas, dia terus mengusap tangan Wen Qiao dengan jarinya dan membuat Wen Qiao merasa panik sehingga bibirnya terasa kering.

"Yang akan kita lakukan hari ini adalah tes toleransi tubuh terhadap temperatur rendah dan tes kemampuan paru-paru. Kapten Fu silahkan ikut ke kamar mandi."

Di kamar rawat inap VIP memiliki sebuah kamar mandi pribadi yang sangat luas. Zheng Peidong berdiri di depan pintu kamar mandi dengan sebuah stopwatch dan mesin pendingin.

Fu Nanli membuka selimutnya kemudian melepaskan tangan Wen Qiao.

Saat Wen Qiao baru saja mau menghela nafas lega, dia malah mendengar Fu Nanli bicara, "Ikut masuk denganku."

Wen Qiao membelalakkan matanya dan bertanya, "Ha? Untuk… untuk apa aku ikut masuk denganmu?"

Pegawai yang ada di belakang memberikan sebuah topi renang dan berkata, "Untuk melindungi luka di kepala Kapten Fu, tolong bantu dia menggunakan topi renang ini."

Wen Qiao menerimanya lalu bergumam pelan, "Dia kan bisa langsung membantunya menggunakannya."

Fu Nanli mengetuk pintu kamar mandi dengan jarinya kemudian berkata, "Sedang apa? Kemari."

Wen Qiao hanya bisa memberanikan diri dan menghampirinya, 'Siapa suruh aku menjadi pacar dari seorang kapten Fu? Semua orang sekarang melihat ke arahku.'

Di pintu kamar mandi, tubuhnya tertutup oleh tubuh Fu Nanli yang tinggi. Dia merasakan sebuah tekanan dari tubuh Fu Nanli yang tinggi. Mau tidak mau ia harus berjinjit untuk bisa membantu Fu Nanli menggunakan topi renang.

Karena poni Fu Nanli terurai di depan dahinya, mau tidak mau ia harus menggunakan jarinya untuk menyisir rambutnya ke belakang dan dia tidak bisa menghindari jarinya untuk mengenai dahi Fu Nanli, menyentuh kulit Fu Nanli.

Wen Qiao hanya bisa merasakan seperti ada sebuah arus listrik yang mengalir dari ujung jarinya.

Satu tangan Fu Nanli memegang pintu kamar mandi, sedangkan 1 tangannya yang lain ada di pinggang Wen Qiao yang membuat mereka berdua tanpa sadar langsung saling mendekat.

Telinga Wen Qiao menjadi sangat panas. Dia mengangkat kepalanya melihat ke arah Fu Nanli dan hampir saja dia bertanya 'Apa yang kamu lakukan?' tapi sesaat kemudian dia baru ingat bahwa mereka adalah pasangan, orang yang berpacaran, jadi tidak ada yang aneh jika pacar meletakkan tangannya di pinggang kekasihnya, itu hal yang tidak aneh jadi jika dia mengatakan itu sama seperti dia akan mengungkap kebohongannya.

Jadi dia hanya bisa menahan diri dan terus memakaikan topi renang kepada Fu Nanli.

Di mata Fu Nanli saat ini, dia melihat seorang perempuan dengan wajah berkulit putih, terlihat pipinya yang memerah, kedua matanya terlihat seperti berair, hidungnya cukup mancung dan ujung hidungnya yang merah mengarah ke atas. Bibirnya terlihat kemerahan dan lehernya terlihat begitu indah, kemudian tulang selangkanya juga terlihat indah.

Fu Nanli menelan air liurnya kemudian dia memalingkan pandangannya dan tidak berani terus melihat ke arah Wen Qiao.


Tip: Anda dapat menggunakan tombol keyboard kiri, kanan, A dan D untuk menelusuri antar bab.