Buku Itu Membuatnya Favorit di Grup

Kakak, Aku Jiang Wan



Kakak, Aku Jiang Wan

2

Jiang Zeyu, "..."

Jiang Zeyu sedikit tercengang, dia benar-benar tidak mengerti bagaimana ini semua bisa terjadi.

Sekarang dia bahkan dibenci oleh adik barunya.

Rasa sakit di pantatnya memberinya sinyal bahwa semua ini bukan halusinasinya.

Adik perempuannya menatapnya dengan tatapan mata acuh tak acuh, seolah-olah dia tidak percaya dengan rumor yang dia dengar.

"Ternyata kau sangat tidak meyakinkan, ya?"

Jiang Zeyu berkata dengan sombong, "Aku masih belum siap, itulah kenapa kau bisa menyerangku! Sepertinya ada sesuatu yang akan datang..."

"Bagaimana kalau kita bertarung lagi besok?"

Jiang Zeyu berkata, "Seperti yang sudah ku katakan, aku tidak memukul wanita."

Jiang Yu membalas, "Aku juga sudah mengatakannya, bahwa aku memukul laki-laki."

"Ini belum berakhir, kan?" Ujar Jiang Zeyu.

Karena percakapan mereka sudah mulai santai, Jiang Zeyu berdiri sambil menepukkan debu di tangannya, "Apakah kamu tahu siapa aku?"

Jiang Yu mengerutkan kening. Selalu ada perkenalan seperti setiap pertama kali bertemu, dia tidak punya waktu untuk mendengar dan berdebat dengan bocah laki-laki ini.

Dia berkata dengan sopan, "Aku sungguh tidak ingin tahu."

Dengan jawaban seperti itu, harusnya Jiang Ze Yu sudah paham, kan?

Jiang Zeyu, "..."

Anak laki-laki di sampingnya tertawa terbahak-bahak, "Kakak Yu, adikmu sangat menarik bukan?"

Ekspresi Jiang Zeyu terlihat Jengkel, Jiang Yu kemudian melirik jam di tangannya lalu berkata, "Ada yang harus aku lakukan, aku pergi dulu, besok kita bertemu lagi"

 Jiang Yu sudah bergegas pergi.

"Kakak Yu, apa kau tidak mengejarnya?"

"Tidak." Jiang Zeyu melihat ke arah Jiang Yu, sambil menopang dagu dia berkata dengan malas, "Nanti dia akan pulang ke rumah, aku pun juga akan pulang, jadi untuk apa mengejarnya?"

***

Ketika Jiang Yu keluar dari gerbang sekolah, sudah ada seseorang yang menunggu.

Seorang pria berdiri di samping mobil hitam. Pria itu mengenakan jas dengan punggung yang tegap. Ketika dia melihat Jiang Yu muncul, dia dengan sopan berkata, "Halo, Nona Jiang, saya Rong Qi, asisten Tuan Jiang, saya yang akan melayani anda secara khusus. Tuan Jiang sudah berpesan untuk mengantarkan anda pulang."

Jiang Yu mengangguk, "Aku mengerti."

Kakak laki-laki tertua, Jiang Chenglang, adalah seorang pemuda yang terkenal di dunia bisnis. Setelah ayah Jiang meninggal, dia mewarisi properti keluarga Jiang. Dia sudah berhasil menghasilkan ratusan miliar dolar di usia muda. Kabarnya dia sedang dalam perjalanan bisnis baru-baru ini, jadi dia mengirim asisten untuk menjemputnya.

Jiang Yu telah mendengar dari ibu angkatnya di telepon sebelumnya bahwa barang bawaannya telah dikemas dan dimasukkan ke dalam mobil, dia pun bisa langsung pergi ke rumah Jiang setelah pulang sekolah hari ini.

Di dalam mobil, Rong Qi menunjukkan kepada Jiang Yu serangkaian dokumen, dan dia menjelaskan, "Nona Jiang, nama keluarga Anda telah diubah, dan pendaftaran keluarga serta wali anda juga telah diubah. Mulai hari ini dan seterusnya, anda adalah wanita tertua di rumah keluarga Jiang."

Jiang Yu berbicara dalam hati, 'kakak tertuanya ini benar-benar bergerak dengan cepat.'

Ketika dia tiba di rumah Jiang, Rong Qi memanggil sopir untuk membantu Jiang Yu membawa barang bawaan. Dia bekerja sama dengan sopir untuk mengangkat barang bawaan dari bagasi dan meletakkannya di tanah, "Nona Jiang, meskipun barang bawaan anda hanya satu bagasi, tapi ternyata ini cukup berat…"

Sebelum selesai berbicara, Rong Qi melihat Jiang Yu dengan mudah mengambil kopernya hanya dengan satu tangan. Terlihat dari ekspresinya, seakan-akan dia tidak merasa keberatan sama sekali. 

Melihat ekspresi heran sang asisten, Jiang Yu bertanya "Apakah ada yang salah?" 

Rong Qi: "Tidak apa-apa, maaf mengganggumu."

Setelah Jiang Yu diantar ke rumah Jiang, tugas asisten itu selesai.

Ketika Rong Qi pergi, Jiang Yu melihat dokumen yang diberikan kepadanya, Dia sangat berbeda dari deskripsi dokumen yang diberikan. Dia bahkan bertanya-tanya apakah dia perlu memberi tahu Presdir Jiang tentang perbedaan sifatnya ini?

Lupakan sajalah. Lagi pula Presdir Jiang yang bertanggung jawab atas semuanya, lebih baik tidak perlu dibahas.

Jiang Yu memandangi vila keluarga yang ada di depannya. Sangat indah dan mewah. Bangunan ini memiliki total empat lantai. Ada taman besar dan indah di luar vila, yang benar-benar berbeda dari rumah lamanya di An jia.

Ketika dia memasuki vila, seorang pelayan datang untuk membantunya membawa barang-barang, "Nona, tuan muda memerintahkan untuk mengantar anda kamar anda yang ada di lantai tiga."

Jiang Yu mengambil koper yang dibawa oleh pelayan itu, "Aku saja, kamu tidak bisa membawanya."

Pelayan itu tertegun sejenak, Nona Jiang, memang terlihat sangat sederhana, karena dia telah hilang selama lebih dari sepuluh tahun dan hanya mengenalinya dari keluarga biasa.

"Apakah kakakku sudah kembali?"

Seorang gadis muda berlari menuruni tangga, dia mengenakan gaun renda merah muda yang pas dibawah lututnya, memperlihatkan sepasang betis yang panjang dan lurus.

Suara gadis itu terdengar begitu ceria, dia mempercepat langkahnya dan berlari ke Jiang Yu dengan gembira, wajahnya dipenuhi kegembiraan.

"Kakak, aku sudah lama menunggumu, aku Jiang Wan."


Tip: You can use left, right, A and D keyboard keys to browse between chapters.