Buku Itu Membuatnya Favorit di Grup

Sangat Jujur dan Tidak Tahu Malu



Sangat Jujur dan Tidak Tahu Malu

1"Aku tidak butuh tongkat pemandu."     

Jiang Yu mengerutkan kening.     

Meskipun Feng Linbai berjalan dengan lancar di rumah terakhir kali dan tidak menemukan apa pun, bagaimanapun juga itu di dalam ruangan dan tidak ada orang lain yang muncul.     

Tapi kali ini mereka berada di ruangan terbuka. Orang normal akan takut bahkan jika mereka berjalan keluar dengan mata tertutup. Bahkan jika ini adalah keluarga Feng, berapa banyak orang yang diam-diam ingin melihat Feng Linbai menjadi lelucon.     

Jiang Yu mengenakan jaket olahraga hari ini dan ia menyerahkan lengan jaketnya, "Bagaimana kalau kamu tarik lengan bajuku saja."     

Feng Linbai merasa geli dengan tindakan gadis kecil itu.     

Benar-benar menggemaskan, tapi kenapa dia peduli padanya?     

Karena dekat dengan Jiang Yu, Feng Linbai dapat merasakan nafas Jiang Yu.     

Karena baru saja selesai makan kue, nafas gadis itu berbau manis seperti kue matcha yang dimakannya.     

Feng Linbai senang, tetapi memasang ekspresi ragu-ragu di wajahnya, dan berkata dengan cemas, "Aku khawatir jika nantinya akan secara tidak sengaja merobek pakaianmu."     

Jiang Yu tidak mengatakan apapun, "....."     

Ia memikirkannya dan sepertinya memang ada kemungkinan dapat menjadi seperti itu.     

Jiang Yu tetap diam dan Feng Linbai menyarankan lagi, "Bagaimana kalau ... kamu memegang tanganku? Kamu tidak perlu berpegangan tangan, atau kamu bisa mengaitkan jarimu?"     

Ekspresi wajah Feng Linbai polos dan sepertinya ia tidak berpikir ada yang salah dengan sarannya.     

Jiang Yu dengan cepat menolak, "Tidak."     

Ia tidak terbiasa terlalu dekat dengan orang, apalagi melakukan tindakan intim seperti itu.     

Setelah ditolak, perasaan Feng Linbai tampaknya sedikit terluka.     

Wajahnya yang tampan diwarnai dengan sedikit perasaan melankolis, "Karena kamu tidak mau, baiklah, itu tidak masalah bagiku. Aku telah melewati jalan ini berkali-kali, dan aku sudah terbiasa."     

Jiang Yu terdiam, dan berbisik, "Feng Bailian."     

Feng Linbai bertanya, "Apa?"     

Jiang Yu berkata dengan sungguh-sungguh, "Aku tahu pendengaranmu bagus, kamu jelas mendengarnya."     

Feng Linbai terus tersenyum, terlihat seperti tidak mau mengakuinya.     

Tapi pemikiran Jiang Yu salah. Bukannya ia tidak mau mengakui akunnya, tapi ia mempunyai ego yang besar, jadi jika ia mengakuinya. Bagaimana menurutmu ... sikapnya pasti akan sangat menyebalkan.     

Ketika melihat Feng Libai, dia tersenyum dan berkata, "Aku mendengarnya, terima kasih atas pujiannya."     

Jiang Yu menghela nafas, orang ini benar-benar tidak tahu malu.     

Tapi yang paling aneh adalah dia tidak merasa itu mengganggu.     

Mungkin karena...dia tidak tahu malu dan jujur?     

"Tidak mungkin berpegangan tangan." Jiang Yu berpegang pada prinsipnya, "kamu dapat meminta seseorang membawa tali, kita hanya perlu memegang kedua ujung tali."     

Meskipun dia tahu bahwa Feng Linbai tidak akan jatuh, tapi Jiang Yu tetap menambahkan media lainnya, "Silakan jalan duluan, aku akan menjagamu agar tidak jatuh."     

Feng Rinbai mengaitkan bibirnya, wajah lembut dan tampannya tersenyum, dan ia berkata perlahan, "Terima kasih kalau begitu... Yu Er."     

Tubuh Jiang Yu bergetar.     

Nama ini... agak menjijikkan.     

"Panggil namaku saja tak masalah."     

"Nama itu sangat asing bagiku." Feng Linbai berkata terus terang, "Apa kamu tidak tahu jika aku hanya mencoba mendekatimu?"     

"Aku tahu." Jiang Yu berkata perlahan, "Tapi bahkan jika kamu tidak mendekatiku, aku akan menyembuhkan matamu. Jadi..."     

"Tapi?" sela Feng Linbai, ia bertanya dengan aneh, "Bukankah nama itu hanya formalitas saja? Ku pikir kamu tidak akan keberatan dengan ini. Lagi pula, seseorang juga memanggilmu Xiaoyu, dan aku akan memanggilmu Yu Er, tidak boleh ya, apa terlalu banyak nama panggilanmu?"     


Tip: You can use left, right, A and D keyboard keys to browse between chapters.