Shadow of Love

Jangan membuat keputusan disaat emosi



Jangan membuat keputusan disaat emosi

3"Anita ... dengarkan mamah baik-baik … bertengkar lalu putus dengan pacar itu adalah hal yang biasa dan sangat wajar terjadi pada gadis remaja seusiamu … dan itu bukan masalah besar nita. ... memang pada awalnya rasa putus cinta itu terasa menyakitkan. namun percayalah, seiring berjalannya waktu, rasa sakit itu akan terobati dengan sendirinya. kamu hanya butuh mengalihkan perhatian kamu ke hal-hal lain yang kamu sukai, coba pergilah bersenang senang sejenak. kamu bisa shopping ke mall bersama vivi dan erni, liburan, atau nonton movie favorite kamu , you can do whatever you want to do … selama kamu menyukainya. say~ang,… don't take yourself too seriously. sometimes you just have to laugh at your problems.… knowing it's not the end of everything. remember, akan ada pelangi setelah hujan... and maybe, setelah putus ini kamu justru akan ketemu gebetan baru yang lebih OK hehehe … tenang saja, masih banyak prastian-prastian yang lain diluar sana, yang rela antri untuk menjadi kekasihmu, dunia tidak selebar daun kelor anita … apakah kamu mengerti ?!" kata mamah sok tahu. terus berusaha memberi nasehat pada anita dengan gaya funny seperti biasanya.     

Mamah berasumsi, bahwa yang menyebabkan anita bersedih dan menangis saat ini adalah prastian. mamah menyangka anita sedang bertengkar dengan prastian, dan menyangka mereka berdua kemudian putus, sehingga membuat anita merasa patah hati hingga tidak ingin melanjutkan kuliah lagi.     

"Mah… ini tidak ada hubungannya dengan prastian .… prastian tidak melakukan sesuatu yang menyakiti nita…. dia~ …" anita langsung terdiam. ia seakan tidak dapat menyelesaikan kalimatnya sendiri. hatinya terasa perih. tenggorokannya terasa tercekat. membayangkan wajah prastian yang tiba-tiba muncul dipelupuk matanya.     

Air matanya kembali mengalir deras bagai hujan, ia tampak kembali menangis terisak, anita merasa tidak sanggup menghadapi prastian setelah ini karena ia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan kejadian ini padanya.     

Tidak !! prastian tidak boleh tahu kejadian ini.     

selamanya !…     

ia tidak boleh tau kejadian ini ! …tidak ada seorangpun yang boleh tahu aib ini … tanpa terkecuali !     

Anita memejamkan matanya. hatinya dipenuhi rasa bersalah. air mata kembali mengalir deras membasahi wajah cantiknya.     

Mamah bergegas melangkah menuju kemeja disamping tempat tidur anita. lalu menuangkan air putih dalam gelas panjang yang tersedia disana. dan langsung memberikan pada anita untuk segera diminum. agar memberi sedikit rasa tenang dihatinya. Anita menerima dan meminumnya dengan perlahan.     

"Okay mamah mengerti … tapi apapun masalah yang sedang kamu hadapi saat ini. mama minta kamu jangan membuat keputusan apapun disaat emosi !, atau kamu akan menyesal seumur hidupmu , paham !"     

Mamah tau persis. bagaimana perjuangan yang dilalui anita dulu untuk dapat masuk kuliah di universitasnya saat ini. apalagi dengan mengambil jurusan kedokteran. ibarat memunggut jarum diatas jerami. mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana tingkat kesusahan pada tahap seleksi masuk fakultas kedokteran ini. dan anita akhirnya bisa memenangkan satu kursi dari seratus delapan kursi yang tersedia. diantara ribuan peserta yang berlomba memperebutkannya pada saat itu. sungguh itu adalah suatu prestasi yang luar biasa.     

Mamah masih ingat betul. bagaimana puterinya itu selama berhari-hari kurang tidur demi untuk persiapan ujian masuk universitas idamannya itu.     

Jadi tentu saja mamah tidak akan merelakan begitu saja rasa putus asa anita sekarang ini menghancurkan segala kerja kerasnya.     

Anita harus diingatkan kembali ! bahwa untuk sampai di stepnya saat ini, ia telah melewati perjuangan yang panjang dan tidak mudah.     

bagaimana dulu ia bahkan harus ikut puluhan bimbingan belajar dari sejak high school demi persiapan ikut ujian masuk fakultas kedokteran ini.     

Bagaimana mungkin ia sekarang dengan mudah menyerah dengan cita-citanya. seperti menyia-nyiakan usahanya selama ini begitu saja. dan tidak menginginkan untuk menjadi dokter bedah yang handal lagi …     

Ahhh, tidak mungkin …     

tidak mungkin anita dapat berubah pikiran sedrastis ini. it's impossible ! batin mamah meyakinkan dirinya sendiri.     

"Baiklah… mamah pikir memang sebaiknya kamu istirahat dulu dirumah. sampai kamu merasa sudah baikkan.... jangan banyak berpikir. tenangkan dirimu dahulu. mamah tidak akan menganggumu … tapi ingat, jangan pernah berpikir untuk berhenti kuliah okay …. " ucap mamah lembut, sambil membelai rambut anita penuh kasih sayang.     

Mamah menghela nafas panjang. terlihat gurat kecemasan diwajah keibuannya. tangannya tidak berhenti menepuk punggung tangan anita dan terus menatapnya sayu, mamah hanya berusaha mengerti suasana hati puterinya saat ini.     

"Mah nita sudah mantap dengan keputusan nita " ucap anita tegas. sembari menatap wajah mamahnya lurus.     

mamah sudah sangat hafal dengan kharakter keras kepala puterinya itu. meskipun ia akan menurut dengan perintahnya namun ia juga sangat tegas dengan pendiriannya bila sudah membuat keputusan.     

"Anita kamu jangan bodoh ! jangan bicara sembarangan ! you might feel worthless to one person. but you are so priceless to mamah … jika kamu ingin menyerah dengan hidupmu sekarang … bagaimana nasib mamah kedepan hahh ?… apakah kamu tega membuat mamah menjadi seorang ibu yang gagal ? apakah mamah tidak berarti bagimu ? … dengarkan mamah baik-baik. siapapun orang yang sudah membuat kamu ada di titik ini, you must take revenge to them in the best way … kill them back with your success. and burry them with happiness. dan langkah pertama yang harus kamu lakukan sekarang adalah just move on and get over. don't give someone satisfied of watching you suffer !, don't let anyone bring you down … you got it !" Mamah memegang kepala anita dengan kedua tangannya. mendengakkan wajah anita untuk menatap lurus padanya. dengan tidak melepaskan kontak matanya, mamah seakan ingin meyakinkan anita agar tidak menyerah dengan keadaan-nya kini.     

"Mamah … stop please … leave me alone … tolong tinggalkan nita sendirian … nita mohon" pinta anita memaksa. meskipun apa yang dikatakan mamahnya make sense namun kepalanya terasa begitu kacau untuk dapat mencernanya.     

Mamah menatap anita dengan kesal. bibirnya terlihat menggerutu kecil. namun ia merasa tidak berdaya juga untuk tetap berada disana. akhirnya mamah mengalah, ia segera berdiri dari tempat tidur anita. dan beranjak pergi meninggalkan kamar puterinya itu. meskipun sejujurnya hati mamah merasa tidak puas. karena usahanya membujuk anita berakhir sia-sia belaka. mamah berpikir ia masih mempunyai banyak waktu untuk kembali berbicara dengan anita di lain hari. yahh.…… memang dibutuhkan kesabaran extra menghadap sikap teenagers dalam masa pubertas saat ini. gumam mamah menenangkan dirinya sendiri.     

Mamah kembali menatap kearah anita dengan wajah cemas, sebelum kemudian menutup pintu kamar anita dari luar dengan pelan.     

Hue-ekkk !     

Anita merasakan perutnya mual kembali. dan kepalanya semakin lama terasa semakin berat. sebagai seorang yang belajar ilmu farmakologi yang masuk dalam materi dasar ilmu kedokteran yang kini didalaminya. ia dapat merasakan reaksi berbeda pada tubuhnya saat ini. ia merasa jika kemungkinan besar ia telah keracunan atau mengkomsumsi zat or obat tertentu. asumsinya ini bukan tanpa dasar. ia merasakan mual sejak terbangun dari tidurnya tadi. juga rasa sakit kepala yang menunjukkan indikasi vertigo. dengan gejala penglihatan yang terasa berputar putar.     

Anita yakin gejala yang dialaminya kini merujuk pada keracunan zat jenis organofosfat. gejalanya muncul dalam hitungan menit atau jam setelah terpapar. namun yang membuatnya bingung , melalui media apa ia terpapar zat berbahaya itu.     

Interaksi terakhirnya dengan makanan adalah saat ia makan satu porsi nasi goreng sea food dengan satu gelas orange juice. di restaurant hotel semalam.     

Tapi , bagaimana mungkin restaurant berkelas dan mewah sekelas hotel metro akan menyajikan makanan basi pada tamunya.     

Anita menggaruk hidungnya , terus menganalisa kejadian demi kejadian yang terjadi semalam.     

Tiba-tiba wajahnya berubah pucat pasi , tangannya bergetar hebat … sekelebat bayangan buram seolah menari dalam patahan ingattan. bagaimana ia sedang bercinta dengan panas dengan lelaki asing penuh hasrat. seketika anita langsung berlari menuju kekamar mandi secepat kilat dan langsung memuntahkan isi perutnya disana …     


Tip: You can use left, right, A and D keyboard keys to browse between chapters.